Kamis, 14 Februari 2019

BALI BUKAN BASIS WARNA MERAH

Tidak ada komentar :
Perhelatan Pemilu Legislatif dan Pipres tahun 2019 ini semakin menarik, karena Bali, terutama Denpasar semarak warna warni bendera dan simbol parpol semakin beragam.

Bali bukan lagi dominasi warna merah, walaupun tetap mendominasi, warna kuning, biru, dan putih serta warna lainnya tidak kalah maraknya.

Tidak mau kalah partai berbasis masa umat islam seperti PKS, PKB, PBB dan PPP ikut memarakkan pesta rakyat tersebut. Walaupun warga muslim di Bali adalah minoritas tetap mempunyai hak politik untuk memilih dalam pesta demokrasi ini.

Umat harus terus memperjuangkan keadilan dan kebenaran tanpa henti walaupun minoritas sering diperlakukan secara diskriminasi, ejekan dan sumpah serapah.

Keadilan dan kebenaran harus terus diperjuangkan, dengan begitu, publik luas dan pemerintah semakin terbuka matanya tentang keadilan dan kebenaran.

Saat bersamaan, pemerintah diminta untuk menjalankan konstitusi yang melindungi kebebasan beragama dan berkeyakinan.

Berdasarkan informasi yang didapat, pemilu 2014 umat muslim menempatkan wakil rakyatnya yang duduk di kursi DPRD Kota dan Kabupaten tidak kurang dari 8 orang, penyumbang kursi terbanyak dari PKS kemudian PKB.

Seperti yang pernah dikatakan oleh ibu Sinta Nuriyah Wahid: ”Diskriminasi terhadap kelompok-kelompok minoritas, terutama keyakinan beragama, masih terus berlangsung. Faktor penyebabnya soal politik. Kepentingan politik membuat masalah itu muncul dan meruncing lagi,” kata istri mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid, dalam acara peringatan Hak Asasi Manusia (HAM)” di Perpustakaan Nasional, Jakarta, Senin (25/11).

Infoumatbali.com





Tidak ada komentar :

Posting Komentar